Jumat, 12 Maret 2021

Meneladani Rasulullah Sebagai Seorang Public Speaker Bersama Irsyad Nurfauzi dalam Seminar Tujuh Bulanan GPM

       Sebelum memberikan informasi tentang "Meneladani Rasulullah Sebagai Seorang Public Speaker" bersama Irsyad Nurfauzi dalam Seminar Tujuh Bulanan GPM pada tanggal 11 Maret 2021 (bertepatan dengan Hari Isra' Miraj) di media sosial WhatsApp, alangkah baiknya saya memaparkan tentang penyelenggara, media partner penyelenggara selama seminar, dan narasumber. 


A. Penyelenggara: GPM


       GPM merupakan sebuah komunitas kepenulisan. GPM kependekan dari Goresan Pena Muda. Visi GPM, yaitu mengubah pemikiran anak-anak muda milenial yang kurang respons kepada dunia tulis-menulis dan literasi menjadi lebih respon dan peduli terhadap lingkungan dunia menulis dan literasi dengan peminat yang terus bertambah pada setiap harinya. 

       Sementara itu, misi GPM meliputi:

1. Mengubah pandangan anak muda kepada literasi menjadi lebih baik;

2. Mengubah pola pikir masyarakat bahwa literasi itu menyenangkan;

3. Meningkatan kuantitas diri kita pribadi agar lebih percaya diri dalam berkarya;

4. Memberikan relasi ilmu yang bermanfaat dalam dunia kepenulisan;

5. Membantu memecahkan masalah dalam menulis;

6. Membentuk anak-anak muda untuk terbiasa berkarya dan cinta membaca;

7. Membangun semangat dalam menulis melalui motivasi-motivasi para penulis muda milenial;

8. Mengembangkan kebiasaan pribadi dari hobi menjadi mimpi;

9. Mencari keingintahuan anak-anak muda masa kini dalam menulis dan menyimpulkan pendapat peristiwa menulis;

10. Menyalurkan bakat dan minat menjadi satu kebiasaan dan ketergantungan dalam hal tulis menulis;

11. Memberikan pengarahan menulis yang benar oleh para penulis-penulis.

       Ada pun moto hidup GPM, yakni berkarya itu penting selagi usiamu masih muda, pergunakanlah masa mudamu itu dengan berkarya, usia bukan halangan, tetapi adalah sebuah tantangan sebagaimana kita akan kuat mengahadapi era modern ini dengan tulis-menulis, karena menulis itu milikmu, menulis itu adalah hakmu, maka semua hal yang berhubungan dengan dirimu adalah prioritas utama dirimu. Akun Sosmed GPM, antara lain:

1. Instagram : goresan_penulismudaofficial

2. Email : goresanpenulismuda@gmail.com

3. Telegram : Goresan Penulis Muda


B. Media Partner Penyelenggara Selama Seminar


       Berikut ini adalah komunitas, penerbit, atau grup yang menjadi media partner pada seminar kali ini:

1. Komunitas Daun Kelor 

2. Gema Tulis

3. Penulis Bawa Perubahan

4. Komunitas Buntara Anala Literasi

5. Dunia Ilmu Library

6. Keluarga Cerama

7. Komunitas Lion Literasi

8. Arcoiris Author Wattpad

9. Kejora's Star Literation

10. Sunny Maple Media

11. Buperi

12. Studying Authorship

13. Komunitas Menulis ME Writing Project

14. Gemini Publisher

15. Ruang Imajinasi Sastra

16. Literary Sun Latitude

17. Natuna Literasi

18. Pancasila Writing Community 

19. Teman Satu Atap

20  Komunitas Dunia Sastra

21. Candu Aksara

22. Literasi Digital

23. Writer's Air Line

24. Ruang Indo Literasi

25. Elsage Publisher

26. Omah Karya Indonesia

27. Egan's Family

28. Indonesian Poet Idol


C. Tentang Narasumber


Nama panggilan: Kang/Kak Icad/Icat

Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 27 Fébruari 2000

Alamat : Kab. Bandung, Kec. Margaasih, Ds. Cigondewah Hilir

Status : Masih memantaskan diri

Aktifitas Offline : Pengajar

Aktifitas Online : Jualan 

Public Speaker

Motto Hidup : Tanamlah apa yang ingin kautuai di masa depan

Amanah Sosial & Dakwah : 

1. Admin grup tilawah harian IBQ

2. Pengisi tetap di komunitas Akhwat Berkelas dan Tangguh

Pendidikan :

1. SDN 2 Baturengat Hilir

 MD Al-Hasanah (lulus tahun ajaran 2010-2011)

2. MTs 45 Rahayu (lulus tahun ajaran 2013-2014)

3. MA 45 Rahayu (lulus tahun ajaran 2016-2017)

Organisasi : 

1. OSIS MTs dan MA

2. Pemuda masjid

3. Indonesia Bersama Qur'an

4. Tahfidz Qur'an Islami

5. One Week Khattam 

6. Majelis Hijrah Indonesia

Media narasumber

1. Facebook : Irsyad Nurfauzi

2. Instagram : irsyad_nurfauzi

3. Twitter  :  irsyad_nurfauzi 


D. Kutipan dan Ringkasan/Rangkuman tentang "Meneladani Rasulullah Sebagai Seorang Public Speaker" bersama Irsyad Nurfauzi dalam Seminar Tujuh Bulanan GPM


       Negara kita, Indonesia, dijunjung tinggi semboyan "Bhineka Tunggal Ika". Berbagai ras, suku, dan agama; kita bisa bersatu bersama dan hidup berdampingan. Dalam bahasa Sunda, istilahnya silih asuh, silih asah, silih asih. 

1. Silih asuh. Saling mengasuh, saling mengayomi, gotong royong. 

2. Silih asah. Saling mengasah. Kalau si A memiliki kemampuan lain, lalu si B memerlukan; si A dibantu untuk mempertajam atau meningkatkan skill-nya. 

3. Silih asih. Saling mengasih, saling menyayangi. 

       Mudah-mudahan, dengan ketiga hal di atas, silaturahmi kita saling terjaga.


E. Sesi Tanya-Jawab


1. Pertanyaan dari Fajar Ramdhan yang berasal dari Jakarta Timur. Pertanyaannya: public speaking itu diketahui oleh semua orang, kalau kita harus berbicara jelas dan mudah dipahami. Misalnya, saat kita baca salawat Nabi dan sudah jelas dalam Islam bagi umat yang membaca/melantunkan salawat akan mendapatkan sepuluh catatan kebaikan dan masih banyak lagi. Akan tetapi, apabila kita belum lancar dalam membaca salawat dan kita membacanya masih salah-salah dan asal, apakah kita akan mendapat dosa karena membacanya tidak sesuai salawatnya?


Jawaban: Menurut pengetahuan Kak Irsyad, bersalawat berbeda dengan membaca Al-Qur'an. Tidak apa-apa jika salah membaca salawat. Teman-teman masih dalam tahap belajar. Jika konteks salawatnya berbahasa Arab, alangkah baiknya baca terjemahannya terlebih dahulu. Alangkah baiknya dipahami dan dibaca dengan terjemahannya. Setidaknya, kalau tidak hafal terjemahannya, tetapi memahami makna dan arti setiap salawat yang kita ucapkan. Wallahualam bissawab.


2. Pertanyaan dari Muhiyah yang berasal dari Cilegon, Banten. Pertanyaannya: Bagaimana caranya agar kita tidak tergesa-gesa atau kaku saat mengisi materi di depan orang banyak? 


Jawaban: Pertama, memperbanyak jam tayang. Apabila ada kesempatan menjadi pendengar, ambil itu. Jangan sia-siakan. Jangan acuhkan, meskipun kita nanti belum maksimal. Pengalaman adalah guru terbaik. Seiring berjalannya waktu dan seseringnya kita berjalan, kefasihan dalam berbicara akan terlatih. Kedua, sering-seringlah membaca atau mendengarkan agar kosakata tidak terkunci segitu-gitu saja. Analoginya seperti teko. Ketika air dalam teko tersebut habis, maka tidak ada air yang bisa kita tuangkan. Maka dari itu, perbanyak membaca dan mendengarkan agar kosakata kita bertambah, inside kita bertambah, dan wawasan kita terbuka. Wallahualam bissawab.


3. Pertanyaan dari Silvia yang berasal dari Jatim. Pertanyaannya: apakah dalam public speaking boleh menyisipkan sedikit humor atau candaan?


Jawaban: Boleh banget, agar adanya hiburan, tidak monoton, dan menimbulkan semangat. Dengan humor, malah bisa meningkatkan fokus. Namun, harus kita perhatikan humor yang kita ucapkan. Jangan sampai humornya merupakan hinaan, bahkan bisa menyakiti orang lain. Perhatikan saja itu. Jadi, humor dalam public speaking itu boleh banget. Akan tetapi, jangan sampai menggunakan jalur tadi, menyakiti orang lain, apalagi menyakiti peserta. Sangat-sangat untuk dijauhi. Carilah humor yang memang enak diterima oleh semua orang. Kurang lebih seperti itu. Wallahualam bissawab. 


Salam,

Putri Mariamulia Utami

Peserta Seminar sekaligus penulis


Silakan komentar kalau mampu. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengatasi HP Nge-hang

Pernahkah Anda mengalami HP lemot (RAM tersisa <1 GB), tidak bisa digerakkan (launcher tidak menanggapi), lalu boot ulang sendiri?  Aku p...